Pandangan orang-orang “Cina”

April 3, 2012
in Category: CarinoBlog
12 1874 0

Saya adalah penulis tipe observer. Bukan tipe penulis yang imajinatif. So, apa yang saya lihat akan saya kemukakan dalam sudut pandang saya. Jadi, karena ini hanya pendapat pribadi, kadang pasti ada perbedaaan. Kedewasaan adalah bagaimana kita menerima perbedaan pendapat.

Saya agak kasar disini dengan menyebut “orang cina”, yang mana sebagian dari kami lebih senang dipanggil dengan panggilan lain. Namun, apalah artinya sebuah nama. Sifat, kepribadian, dan kedewasaan bertindak merupakan inti dari hidup.

Oke, cukup prolog ga pentingnya. Kita mulai ke inti tulisan saya ini. Saya orang cina/tionghoa/chinese/keturunan. Karena saya latar belakangnya ini, maka saya mencoba menjelaskan pola pikir sebagian besar dari kami. Pada post ini, saya menceritakan apa yang menurut saya adalah realita orang cina pada umumnya. Seperti yang saya kemukakan dalam prolog saya, ini cuma pendapat dari hasil observasi saya selama ini. Mungkin sekali salah dan berbeda pendapat dengan orang kebanyakan. Saya akan menjelaskan per-point, jadi mungkin lebih gampang dibaca.

1. Orang cina itu pelit. Ini adalah paradigma yang sudah melekat pada orang-orang cina dari kacamata orang lain. Saya berani berpendapat disini, orang cina itu bukan pelit, namun cerdas dalam management keuangan. Pengaturan cash flow luar biasa, jadi tau kapan saatnya masuk usaha dan tau kapan saatnya “look and see”. Paradigma pelit ini merupakan kesalahan pandangan dari orang-orang lain. Namun, kadang sakit hematnya, ada kalanya pandangan orang lain terhadap orang cina itu pelit.

2. Orang cina itu pintar-pintar. Menurut saya juga ini tidak sepenuhnya benar. Tidak semua orang cina itu pintar, contohnya saya. Namun sebagian besar orang cina itu gigih dan tekun. Jadi, apabila tidak diberkahi dengan kejeniusan, orang cina akan dianugerahi dengan ketekunan dan kegigihan kerja. Apabila ingin mendapat hal sesuatu, orang cina akan berusaha. Contoh: saya ini tidak pintar dalam matematika, namun saya terus mengasah rumus-rumus sehingga menemukan best pratice. Intinya bukan keenceran otak, namun kemauan untuk belajar lebih giat dari orang lain.

3. Orang cina itu kaya-kaya. Ya, ini berkaitan dengan point nomor 1 dan point 2. Tidak perlu panjang lebar, ada peribahasa “Hemat pangkal kaya”. Dengan kombinasi dengan kegigihan dan ketekunan dalam bertindak, itulah yang menyebabkan banyak orang cina yang sukses. Jadi, tidak perlu jadi orang cina untuk menjadi kaya.

4. Orang cina itu licik. Banyak orang selain cina ga mau berbisnis dengan orang cina. Kenapa? Karena mereka menilai mereka itu licik, dan menghalalkan segala cara untuk mencapai sesuatu. Ini salah. Orang cina itu adalah orang ga mau repot. Jadi males apabila ketemu hal yang menghambat hidup mereka. So, pasti mencari cara untuk menyelesaikan dengan cepat hambatan yang mengganggu mereka. Orang lain melihat orang cina menhalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, namun itu adalah jalan yang paling best practice dengan minimal resiko.

5. Orang cina itu rasis. Ya, ini benar. Ini adalah efek Chauvinisme masa lalu. Dengan kebanggaan berlebihan terhadap ras sendiri. Kadang bukan dengan ras yang lain, dengan orang cina sendiri namun berbeda suku suka seling menjelekkan. So so so weird.

6. Musuh orang cina (khusus laki-laki): Judi, minuman keras, wanita, dan jabatan. Ini sangat luar benar. Ini seperti udah kata-kata petuah dari zaman dahulu kala. Namun ini bukan hanya untuk laki-laki cina, semua laki-laki pasti akan jatuh apabila terobsesi dengan salah satu hal tersebut diatas. Itu adalah racun jiwa untuk laki-laki. Ditambah satu lagi musuh untuk laki-laki yaitu Impotensi. Makanya ada iklan “Hai Guysssss….”. Hahahahaha

7. Orang cina itu parno-an. Denger issue rusuh dikit takut. Dengan kebakaran di daerah pertokoan mana gitu takut. Ini bukan parno, namun ini adalah trauma. Trauma ini penyakit jiwa, yang kena gara-gara trigger masa lalu yang parah. Bagaimana penyembuhkannya padahal ini hampir kena ke semua orang cina di Indonesia? Gampang, damai aja sampai 50 tahun, sehingga generasi baru akan tidak kena penyakit ini dari orang tuanya. Karena trauma versi ini menular dari generasi ke generasi. Saya apresiasi yang luar biasa untuk pemerintahan SBY ini, menjaga kestabilan politik dan ekonomi apapun konsekuensinya. Dipandang plin-plan, dipandang disetir USA, penakut, lemot, dll. Namun kestabilan adalah hal utamanya.

Orang cina bukan ras unggul dan tidak ada ras unggul di dunia sehingga tidak perlu orang-orang cina memandang rendah orang lain. Orang-orang selain orang cina memandang orang cina itu kaya-kaya, pelit, dan licik. Namun bukan itu intinya, ga harus jadi orang cina untuk sukses. Ambil yang positif dari orang cina dan bareng-bareng sukses dengan orang cina. Ingat musuh laki-laki ada lima yaitu Judi, minuman keras, wanita, jabatan, dan impotensi.

 

12 comments

  1. Fairly
    Reply

    Org cina jg suka gaya, gengsi, sombong. Ya tp itu krn hasil jerih payah mereka. Tp ap penting seperti itu?

    “Orang nomor wahid adalah orang yang tidak pernah memamerkan kehebatan nya kepada publik”.

    1. admin (author)
      Reply

      @Fairly: orang cina ada yang gaya, sombong dan gengsi. Cuma itu bukan sebagian besar dari orang cina. Jadi ini saya ga masukin di post ini.
      Setuju dengan Fairly, orang yang besar adalah orang semakin sukses dan hebat namun semakin rendah hati dan membantu orang lain. :)

  2. diskon
    Reply

    temen saya orang cina, dan saya sendiri-kakek saya juga cina. adik temen saya ada yg jijik kalo deket ma pribumi. sampe2 di marahin mamanya dan temen saya bilang kalo kamu pulang aja ke cina sana. saya bukan keturunan murni, hanya akong saya saja yg orang cina, asli dari rrc, datang ke sini dan menikah dengan nenek saya yang pribumi, tapi saya tetap menganggap bahwa yg rasis duluan itu orang cina. terbukti dengan poin di atas bahwa cina menganggap rasnya lebih tinggi. saya tahu orang cina karena masih bagian dari mereka juga. mereka memang menghalalkan segala cara, bahkan jika jadi bajingan melebihi orang pribumi.

    1. carinoz (author)
      Reply

      Hi Asriyanto,
      Kindly appreciate atas comment dari lo.

      Cuma satu point dari gw, mungkin juga salah, lo jangan terlalu skeptis juga dengan “cina” itu sendiri. Basicly semua orang punya kelemahan, juga kelebihan, tidak terkait dengan ras yang dia bawa dari lahir. Post ini gw tulis, demi untuk menyangkal bahwa pandangan orang-orang tentang “cina” itu ga benar.

      Last statement dari gw, yang mungkin coba lo renungkan. “Gw ga bangga sebagai orang indonesia, gw ga bangga sebagai manusia, tp gw bangga dengan jiwa yang Tuhan berikan kepada gw”.

  3. pandawa
    Reply

    ya, saya kuliah di universitas yang mayoritas mahasiswa/i-nya adalah beretnis chinese dan saya jg memiliki banyak temen yang beretnis chinese.. saya rasa ga semua chinese pinter2 amat tuh, tapi kalo pekerja keras pangkal rajin memang, namun ada juga yang jenis males itu malesss bgt sampe kuliah bolos2 mulu..jadi menurut saya orang chinese tuh ada 2 : yang satu sekalinya tekun tekun bgt dan yang satu lagi kalo ada yg jenis males ya males bgt hehehe
    lalu dalam bergaul sehari2 emang saya liat kebanyakan mereka gaul2nya ya sama yang sesama etnis mereka, tapi bukan berarti sombong lohh, kalo di ajak ngobrol mereka juga friendly , helpful bgt dalam pelajaran dan ramah..

    1. carinoz (author)
      Reply

      Hi Pandawa,

      Gw ga nyangka postingan blog ini masih ada yg reply. Hehehehehe… Thx ya.
      Ya, basicly emang chinese itu ga semuanya pinter, contohnya gw, gw ini oon banget. Hhahahahahahahaha. *Ngaku*
      Dan menurut gw, semua orang ya sama, kalo ada niat ya pasti bisa, ga terbatas etnis kok.
      Untuk masalah sombong, ramah, dan helpfull, ya balik lagi ke orangnya. Kalo gw sih galak, ga helpfull, ngeselin, jelek, idup lagi. hahahahahahaha.

  4. Risha
    Reply

    Sedikit share, gw punya temen orang cina sudah lebih 1 tahun gw temenan sama dia. yg gw kenal dari temen gw dia orangnya rajin, gigih, kerja keras itu yang gw suka dari temen gw. orangnya juga mau bergaul sama siapa aja. cuma memang dia hemat banget. jadi gw ambil positifnya dari dia.

    1. carinoz (author)
      Reply

      Hi Risha,

      Terima kasih ya udah sharing. Intinya adalah semua orang, siapapun dia tidak tergantung Ras atau Golongan tertentu, pasti ada sisi positifnya. Kuncinya adalah apakah kita peka dalam menangkap hal tersebut. :)

  5. gita
    Reply

    Wkwkwk..g kuliah ditempat yg mayoritasnya pribumi..dan mereka lebih rasis ke org cinaa..lebih ke iri gitu..pdhl kita itu sama” makan nasi kenapa mesti begitui..kdg kesel juga si..

    1. dewi
      Reply

      Cowokq org chinese.orgx keras,watakx kaku,maunya smua aturanx d turutin,perhitungan,jka sudah A ya A,gak ska dbhongi dg hal skcl apapun dr sebuah komitmen hbungan,brjuang keras,tdk mau mnyerah dg keadaan,dy gak ska d beda2kan krn suku dn ras.well doain dh dy yg trbaik buatq ya

  6. yuyung
    Reply

    Ɣªª ƍäª semua orang chinese begitu, Ɣªª namanya ƍäª kenal Ɣªª.. Kayak keliatan sombong, kan ßël☺♏ kenal seutuhnya. Padahal baik kok,kalo dibaikin. Semua manusia sama2 aj tuh sifatnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>