Nikahi Istri yang Lebih Bodoh Darimu

Suatu ketika, dahulu, saya berpikir begini. Apabila saya mau mencari seorang pasangan hidup, dia tidak boleh lebih pintar dan cerdas dari saya, tidak boleh mendebat saya, dan tidak boleh berpenghasilan lebih besar dari saya. Itu harga mati.

Saya smart, pandai berargument, dan gaji yang belum besar. Hahahahahaha. Ngapain saya harus mempunyai istri yang mempunyai pola pikir yang lebih baik dari saya, lebih pintar dari saya dalam hal keuangan, lebih baik menata masa depan, pandai bernegosiasi dengan orang lain? Bukannya itu membuat rumah tangga saya lebih ribet?

Saya sudah cukup kok, semua kemampuan saya cukup untuk menapak masa depan, istri saya cukup “mengikuti” saya saja.

Itu SALAH.

Nah, kenapa saya bisa bilang itu salah, saya bisa menjelaskan karena saya mengalaminya. Berikut cerita saya.

Problem utama bagi saya adalah sombong, saya sih ga berani mengeneralisasi semua laki-laki sombong yah. Tapi ya, saya sih sombong.

Saya smart, katanya.

Saya pandai berargument dan bernegosiasi, hmmmm, sepertinya …

Saya bergaji besar, wah ini sih angkuh sekali.

Saya setelah bertemu istri saya saat ini, yang sebelumnya saya harapkan dia serba berkekurangan sehingga bisa saya kontrol dengan mudahnya, bisa saya dayagunakan seenak saya, serta bisa saya bohongi seperlunya saya.

Kenyataan ga sebaik harapan saya.

Saya bertemu dengan seseorang yang well prepared, punya visi kedepan yang jelas (walau bedain kanan dan kiri susah), pandai mengatur keuangan (walau matematikanya hancur), apabila berargument punya basic yang kuat, punya banyak koneksi, serta perfectionist. Hasilnya? 2 tahun pacaran pertama (sekarang sudah 6 tahun pacaran dan 1 tahun menikah) isinya pertempuran personality.

Kemudian saya menyadari, saya jauh dari sempurna dan saya membutuhkan seseorang yang mengarahkan saya ke arah yang lebih baik. Dan apalah jadinya saya apabila sukses mendapatkan istri yang lebih bodoh dari saya?

Yang pasti ya, ini hasilnya saya apabila saya mendapatkan istri yang lebih bodoh dari saya:

1. Tidak mempunyai asset apapun

2. Hidupnya pasti isinya party party dan party

3. Masih menjadi gamer sejati

4. Apabila ditanya, 5 tahun kedepan cita-citanya apa, pasti diam membisu

5. Rumah akan sepi karena membosankan

Saya sih ga bilang hidup saya sempurna sekarang karena istri saya tidak lebih bodoh dari saya, tapi saya berani bilang, hidup saya lebih baik sekarang.

Kehidupan saya saat ini:

1. Yahhh, ada lah asset-asset kecil, biarpun belum bisa bangga

2. Yang gelep-gelep dan kelap-kelip, boleh lah 6 bulan sekali, have fun ma temen-temen

3. Game adalah hiburan, tapi ga perlu juga menghibur diri sendiri tiap hari, ada prioritas lain sih

4. Saya jelas tau hidup saya 1 tahun kedepan mau ngapain

5. Rumah saya sering diisi perdebatan yang membangun sih, yang isinya mau liburan dimana lagi nih? hahahahahaha..

Kunci menurut saya sih, carilah istri yang melengkapi hidupmu.

Ayo bagi para lelaki, yakin mau mendapatkan istri yang lebih bodoh dari kamu?

 

Darwin Susanto

Darwin Susanto

Diving to Digital Marketing, and believe Marketing must be fully supported by Creativity and Technology.