The Wedding - Preparation Part 2

Oke, saya posisi sekarang di kasur apartment pukul 00:29, dengan kondisi tidak bisa tidur. Mungkin saya tidak bisa tidur karena obat-obatan dari RS yang memang mengandung obat tidur tidak secara simultan saya konsumsi lagi. FYI, saya baru pulang dari RS setelah dirawat 4 hari di Rumah Sakit Pondok Indah Puri Indah karena infeksi saluran pencernaan. Mungkin karena terlalu banyak makan waktu honeymoon, ntar saya akan cerita lagi tentang honeymoon. 🙂

Oke, setelah post sebelumnya mengenai persiapan pernikahan saya, ini saya akan menceritakan mengenai kejadian H-2 sampai H(minus) hari pernikahan saya dengan @michelejess.

Hari Kamis, tanggal 9 November hari saya dimulai dengan menjemput Pho-pho, Papa, dan Ku Wan di Bandara Soekarno-Hatta. Ku Wan adalah tante saya, adik kandung papa. Papa dan pho-pho dengan pesawat Sriwijaya Air dari Pangkalpinang dan Ku Wan dengan Pesawat Lion dari Palembang. Untungnya, tiba di Jakarta cuma selisih 10 menit. Jadi bisa saya jemput bersamaan dan saya anter ke rumah Ji Cit (Adik Mama) di Puri. @MicheleJess dengan mobil sewaan menjemput Mami, Vina dan semua keluarganya dari Semarang di Terminal 3 dan dibawa ke apartment yang sudah disewa di Apartment Mediterania 2 Tanjung Duren. Pagi di Kamis yang cukup terkendali. Setelah semua keluarga aman, saya dan @MicheleJess membereskan semua urusan lain seperti menyiapkan semua hal pada hari H.

H-1. Ini adalah hari yang luar biasa, luar biasa capek, kesel, emosi, dan semua hal keluar sudah. Memulai hari pagi dengan split 2 team lagi, @MicheleJess menjemput mami dan vina, dan saya sendiri menjemput keluarga saya. Tujuannya adalah ke Gereja Regina Caeli untuk Gladi Bersih pemberkatan. Pergi ditemani macetnya Jakarta, Gladi Bersih berjalan tanpa masalah. Tujuan berikutnya adalah mengantar keluarga untuk ke Guest House yang sudah kami sewa di Kelapa Gading. Rumah ini sebenarnya adalah untuk kenyamanan keluarga, agar tidak terlalu capek waktu hari H. Namun, macetnya Jakarta tidak tertahankan. Papa mabok darat, sehingga saya kalang kabut mencari tempat berhenti untuk makan dan mencari udara segar. Namun, semua tempat makan di PIK dan Muara Karang masih tutup semua. Dalam hati, kenapa Papa tidak sarapan dulu tadi pagi. Huh!!!

Saya(Papa, Mama, Ku Wan, Pho2) berhenti di daerah ruko, dengan melihat restoran seafood. Semoga sudah buka, dalam hati saya. Namun kenyataan berkehendak lain, restoran itu masih tutup. Akhirnya saya jalan kaki untuk mencari tempat makan yang sudah buka, ada jual ayam goreng dan Soto yang sudah buka. Saya kadang bingung, pukul 10 pagi, kok di PIK dan Muara Karang belum ada yang buka. Setelah memesan soto dan ayam untuk makan keluarga sementara, Papa malah tidak doyan makanan itu. Aduhhhh.. Beliau cuma makan nasi putih aja. Setelah meyakinkan beliau, dan diri saya sendiri, saya melanjutkan perjalanan. Perjalanan ini akan berat, karena prediksi saya akan macet parah.

Prediksi saya benar, PIK ke Kelapa gading kami tempuh hampir 4 jam. Saya nyetir dengan was-was. Papa sudah mau muntah-muntah (lagi), dan Pho2 di belakang sudah tidak tau lagi kondisinya. Matahari sangat terik. Saya nyetir dengan sekencangnya, namun juga harus hati-hati dengan rem. Kasian pho2 dibelakang. Papa akhirnya sudah tidak kuat lagi, jadi minta AC di matikan dan buka jendela. Astaga, asap kendaraan di Jakarta luar biasa dan panasnya matahari makin terasa. Tol Tanjung Priok rupanya sudah cukup lenggang, sehingga kecepatan mobil bisa sampai 60 Km/jam. Saya turun tol cempaka putih, setelah mendapat info dari @MicheleJess cukup lenggang (karena dia sudah jalan duluan). Rupanya informasi tersebut juga tidak sepenuhnya benar. Turun tol macet menjemput kami lagi…

Dengan meneruskan perjalanan, ada impact lain dari mematikan AC. Karena AC tidak nyala, sehingga kipas AC mati juga, suhu mesin jadi naik. Ini karena masalah overheat sebelumnya pada mobil kami. Sehingga pikiran saya menjadi semakin bercabang. Tidak mungkin berhenti mengingat keluarga sudah dalam kondisi begitu. Saya agak memaksakan 406 untuk jalan terus, dengan bayang-bayang overheat lg. Sampai di Guest House, keluarga saya minta istirahat semua. Semua langsung ke kamar dan langsung tidur. Saya dan @MicheleJess melanjutkan misi selanjutnya yang sebelumnya mengantarkan Mama dan Ku wan ke rumah Ce Nita. Mama dan Ku Wan mau menyiapkan adat untuk hari H. Rumah Ce Nita juga di Kelapa Gading, namun beda kompleks dengan Guest House.

Dengan mobil sewaan, saya balik ke apartment dengan tujuan mengambil semua barang-barang, ditemani @MicheleJess dan teman baiknya Novita. Sampai di apartment membawa barang-barang semua. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Pasar Bunga Rawabelong untuk membeli bunga untuk persembahan Gereja. Setelah berputar di pasar kira-kira 1 jam, akhirnya kami menemukan bunga yang kami cari. Perjalanan berikutnya adalah menjemput Ku Fi (cici Papa) di rumah kontrakan anaknya. Setelah menunggu anaknya kira-kira 30 menit, akhirnya kami bisa menjemput beliau. Perjalanan dari Kemanggisan ke Kelapa gading lagi. Macet belum surut. Sampai Kelapa Gading, kami mampir ke All Fresh untuk minta dibuatkan Parcel Buah untuk persembahan gereja juga. @MicheleJess dan Novita saya drop di mall, mereka mau Nailart. Sampai Guest House pukul 8PM. Karena macet parah, saya memutuskan menjemput mama dan ku wan dengan jalan kaki. Mampir ke tempat makan dan memesan nasi bungkus. Saya belum ambil nasi bungkus tersebut. Setelah jemput mama dan Ku Wan, ada Pak Me(Istri Koko Papa) dan Suami dan anak Ce Nita ikut ke Guest House. Saya kembali mau mengambil nasi bungkus yang saya sudah pesan sebelumnya. Namun Pak Me melarang. Beliau bilang Ce Nita sudah membawa makanan, ntr malah mubazir. Saya akhirnya setuju.

Saya sebelum melanjutkan, kantor saya ada badai masalah. Saya sempat koordinasi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

Saya kemudian melanjutkan perjalanan dengan 406 untuk kembali ke apartment, mengambil sisa barang dan mau meminjam mobil Ko Daniel (Salah satu sahabat saya dari #kantorlama). Saya sudah janji dengan Ko Daniel untuk meminjam mobil dia pas hari H. Dalam perjalanan, begitu terkejutnya saya mendapat telepon dari @MicheleJess bahwa keluarga saya tidak dibawakan makanan. Emosi meninggi. Kok sudah janji, tapi malah begitu Pak Me. Mana semua orang tua, sehingga bahaya apabila telat makan. Untungnya @MicheleJess ada membeli roti untuk mereka makan malam. Balik lagi dalam urusan meminjam mobil. Untuk membawa mobil itu saya sudah janji juga dengan @victorkho untuk membantu saya mengambil mobil tersebut. Macet jakarta yang luar biasa, kembali menghambat saya. Saya sampai apartment pukul 11 PM. Membereskan semua barang dan menjemput @victorkho di GreenGarden, yang kemudian ke rumah Ko Daniel untuk mengambil mobil. Kebetulan Ko Daniel sedang on duty keluar kota, sehingga cuma keluarganya yang di rumah. Saya sampai tidak enak hati meminjam mobil selarut itu. Namun papanya Ko Daniel memang orangnya sangat ramah, dan beliau tidak masalah akan hal itu. Saya dan @victorkho ke apartment lagi, untuk memasukkan semua barang seperti kaki kanvas, souvenir, dan lain-lain. Jam sekarang sudah pukul 1 AM tanggal 10 November.

Setelah @victorkho pulang, saya istirahat sebentar di apartment. Mandi dan lain hal. Ada 4 hal yang tidak keburu saya kerjakan. Menjemput bestman gw di bandara sehingga dia harus naik bis, angkot dan ojek untuk mencapai ke Guest House. Menjemput Braidmaid @MicheleJess di stasiun gambir, akhirnya dia naik taxi ke guest house. Membelikan kue ulang tahun untuk Novita. Dan terakhir mengantarkan barang ke Arion Swissbel Hotel Kemang. Energi dan waktu sudah tidak memungkinkan. Inilah bagaimana macet di Jakarta mengacaukan segalanya.

Selesai refreshing dengan air, sabun, dan shampoo, saya start engine 406 lagi. Tujuan saya adalah Mart yang 24 jam. Ada beberapa barang yang harus dibeli. Setelah berhenti di seven-eleven, alfa mart, akhirnya Indomaret yang menyelamatkan saya. Tujuannya simple, cuma mau membeli double tape. Astaga. Setelah ketemu, saya membeli UC1000 juga untuk menjaga kesehatan saya. Saya melanjutkan ke Susilo, daerah kost-kostan di Grogol dekat trisaksi untuk menjemput Ari, anak Ku Wan. Saya sampai Guest House pukul 2 AM.

Saya ditunggu oleh @MicheleJess dan Febrian (Bestman yang gw telantarkan). Kemudian tanpa pikir panjang saya langsung tidur dengan sebelumnya memasang alarm pukul 4 AM.

Seakan baru saja memejamkan mata, @MicheleJess membangunkan saya. Rupanya sudah pukul 4.25 AM dan saya melewatkan alarm saya. Langsung buru-buru saya mandi dan sikat gigi. Dan menuju Bridal untuk mengantarkan makeup mama-mama dan @MicheleJess. Mata saya sayu dengan ngantuknya. Tidur 2 jam tidaklah cukup bagi saya.

Akankan The Wedding saya hancur? Next saya update lagi ya.

Darwin Susanto

Darwin Susanto

Diving to Digital Marketing, and believe Marketing must be fully supported by Creativity and Technology.