Barber shop

Sudah malam, jam 7an. 2 hari lagi mau sincia, menurut tradisi harus potong rambut sebelum sincia. Tradisinya potong rambut atas aja sih.
Jess menyarankan potong rambut di barber shop aja deket rumah, karena sejalan pulang. Deket rumah itu ada 3 barber shop,

Jess nanya : "Mau potong barber shop yang mana?"
Gw : "Yang di sebelah warung SS aja"
Jess : "Kenapa yang itu?"
Gw : "Udah bertahun-tahun ga tutup atau bangkrut, harusnya oke dong, banyak recurring pelanggan"
Jess : "Karepmu lah"

Sekedar informasi, terakhir gw itu ke barber shop itu kayaknya waktu gw SD. Waktu SD namanya potong batok, cepak kiri kanan depan belakang. Rata kiri kanan depan belakang. Kayak batok.
Kayak gini kira-kira :
potong-batok

Sebelum potong, Jess udah dapetin 5 model rambut yang dia mau experiment. Dan dia pilih satu, dan abang-abangnya bilang bisa.

...

Besoknya. Meeting bareng Juju dan Toto. Juju whatsapp :

Juju : "Ko, di Popolamama kan?"
Gw : "Iya"
Juju : "Koko masih jauh? Kira-kira sampe jam berapa? "
Gw : "Gw dan sampe dari jam 11:30, gw dah duduk di dalem"
Juju : "Lah, kok gw ga lihat sih"
Gw : "Karena gw mirip Anton sekarang"
Juju : "Ha?"

Juju akhirnya lihat gw, dan datang ke meja gw.

Kemudian dia ketawa ga berhenti...

Setan....

Darwin Susanto

Darwin Susanto

Diving to Digital Marketing, and believe Marketing must be fully supported by Creativity and Technology.