Bola dan Tai Chi

Gw dulu berkarir di 2 tempat atau perusahaan, 4 tahun di perusahaan multifinance dan 3 tahun lebih di bank.
Gw itu benar-benar ga suka dengan kata-kata "bola" dan "Tai Chi".
Begini implementasinya biasanya.
"Lempar ya bola panas ini ke team sebelah"
"Kita Tai Chi aja, puter-puterin dan balikin ntar ke mereka lagi".

Terus starting ifabula, as services company, beberapa kali gw dengar ataupun baca secara langsung ataupun tidak langsung, customer ataupun client kami (sebut saja oknum biar kesannya tidak menuduh, padahal memang gw mau menuduh) bilang seperti ini : Kalian kan vendor, kalian mikir dan kerjain lah. Kami terima hasil.
Satu hal yang pasti, team ifabula pasti lebih dulu tahu, ngerti duluan, certified duluan, tapi esensi kerja dan deliver project bukan di sana.
Worst, ifabula ga akan bantu lagi. Mungkin memang ada company lain yang lebih baik untuk support. Ifabula ngerjain yang lain, masih banyak.

Gw itu selalu mengutamakan TEAMWORK dan COLLABORATION, itu foundation.

Waktu kita mendapat assignment pekerjaan / project / task, biasanya tidak bisa sendiri. Bahkan, main game pun sekarang, yang TOP dan PALING TERKENAL itu adalah game yang membutuhkan team, sebutlah Mobile Legend.
Coba bayangkan ya, kita sedang 5 vs 5 di Mobile Legend, ada anggota team bilang "Itu kan tugas lo sebagai MM untuk bunuh itu musuh, gw nunggu di turrent aja".


Kehidupan professional pekerjaan, itu menuntut kita harus kerja bareng, sesuai porsi. Kadang hal-hal simple itu sangat berarti. Waktu lembur, ada 1 orang anggota team yang belum kelar, temen-temen yang lain udah kelar, pulang bareng lebih baik daripada ninggalin teman yang belum kelar itu sendirian di kantor atau tempat kerja. Lebih perfect lagi, bantuin lah itu temen, jadi bisa pulang bareng lebih cepat. Itu sangat berarti, beneran.

Dan kemudian keluar FAQ dunia kerja yang memuakkan bagi gw :

Tanya : Kan dari awal pembagian kerjaan dah clear
Darwin : Ini bukan hitung2an kerjaan atau jasa, tapi teamwork dan saling bantu

Tanya : Kan kerjaan gw dah kelar (bahkan lebih banyak task-nya), tapi gw kelar. Boleh dong gw pulang duluan
Darwin : Boleh, ga ada yang ngelarang kok. Apalagi waktu sudah ada urusan lain, misalnya keluarga, wajib pulang. Tapi make sure, itu teman yang ditinggal tahu dia ga sendiri untuk solving kekusutan dia.

Tanya : Kalau gw bantuin itu orang, ntar dia minta bantuan terus. Itu orang manja, ga mau usaha.
Darwin : Make sure itu orang malu dan mau berusaha kedepannya. Basic dalam kehidupan, memberi itu lebih baik daripada menerima.

Tanya : Gw butuh refreshing, mumet kerja. Main game aja biar otak fresh lagi.
Darwin : Boleh, silahkan. Ajak juga itu yang lagi butek main 1 atau 2 game bareng dulu, jangan lo orang maen game dan teriak-teriak di atas derita orang lain. Contohnya gw maen PES waktu team lagi stress, itu jangan dicontoh.

Tanya : Itu kan memang tugas dia, gw kan punya kerjaan lain. Lagian gw ga ngerti kerjaan / coding / task / manage database / (atau kerjaan atau hal apapun).
Darwin : Bagus, selamanya lo kerjaannya itu doang, dikotak itu.

Tanya : Kita lempar aja bola ke client, kan document / services / API / backend / atau apapun dari sisi mereka belum kelar, jadi bukan salah kita dong.
Darwin : Coba bayangin kalau kita digituin juga, enak ga kerjanya ? Mending tanya, apakah ada hal lain yang bisa dikerjain sembari menunggu mereka kelar.

Tanya : Itu orang rese / ngeselin / bego / lemot / (apapun hal negatif lain)
Darwin : Lo dah perfect ?


Waktu deliver sesuatu pasti harus kerja bareng, tahu role dan responsibilty itu penting, tapi jangan jadikan role, responsibility, dan Key Performance Indicator (KPI) pribadi itu jadi tembok penghalang.
Waktu perusahaan berkembang dan menjadi besar, pembagian pekerjaan yang clear itu wajib, dan akan turun dalam bentuk KPI. KPI akan menjadi pedoman kerja, dan akan turun dalam bentuk task / tugas.
Tapi gw itu takut, waktu KPI itu ada, itu malah menjadi tembok pemisah antar team. Jembatan untuk lempar-lemparan pekerjaan, atau bahkan sarana untuk saling jatuh menjatuhkan.

Ini gw lihat di mana-mana, beberapa perusahaan besar terutama. Dan gw dulu ada di dalamnya, dan betapa gw muaknya atas segala hal yang ada di sana. Benar-benar muak.

Gw akan make sure, di Ifabula ini ga akan kejadian.


Ini adalah penghujung tahun 2018, dan tahun depan kita di Ifabula akan berusaha untuk mengejar sesuatu yang baru yaitu membangun CULTURE yaitu :

Teamwork
Attitude
Creativity
Time Management
Improve
Communication

Gw ga bisa sendiri, ini harus kerja bareng semua team member.

Darwin Susanto

Darwin Susanto

Diving to Digital Marketing, and believe Marketing must be fully supported by Creativity and Technology.