Deliver

Gw sekarang lagi duduk di meja, yang gw beli kemarin. Meja yang harus dirakit dulu, yang mana itu kelemahan utama gw.
Gw ga bisa merakit meja/kursi/lemari/dll. Meja ini baru kelar 3 jam lebih, itupun ga perfect (gw harus beli lem kayu karena ada bagian yang salah pasang).
Sama dengan kemampuan gw main lego, mungkin anak umur 5 tahun lebih jago dari gw main lego.

Gw lagi duduk, dengan excel, email, keynote untuk kerjaan besok. Spotify sedang playing lagu "Englishman In New York"-nya Sting.
Eits, revisi. Kerjaan pagi ini, karena sekarang udah jam 1:21 AM, di hari Senin.

--

2 minggu lalu gw ada ngobrol, dengan teman lama. Dia tanya, Ifabula menggunakan metode project management apa untuk deliver project nya ?
Gw jawab : tergantung. Project metodologi adalah terserah pendekatan masing-masing team, masing-masing company, dan masing-masing project.
Dia tanya lagi : "Kan sekarang lagi trend tuh scrum-scrum, agile agile".

Gw : Lo mau ikutin trend atau mau project lo sukses ? Kalau ikutin trend bisa bikin sukses project lo, go ahead. Atau, kalau trend sekarang itu best practice untuk mensukseskan project, go ahead.

--

Kalau menurut gw, esensi delivery project ada 4 hal :

  1. Planning
  2. Control
  3. Teamwork/Collaboration
  4. Review/feedback
    Bisa menggunakan metodology apapun, boleh waterfall dan boleh scrum, boleh apapun.

Selain 4 hal diatas, ada 2 hal penting lagi yang mempengaruhi yaitu :
a. DNA team/company
b. Team readiness & accountability

Kita tidak akan bahas Planning, Control, Teamwork/Collaboration, ataupun Review/feedback.

Yang gw akan bahas lebih ke DNA team/company dan Team readiness & accountability. 2 hal ini adalah CORE dari project management dan nonreplaceable. Kita ga usah ngomong omong kosong dan buang-buang waktu dengan memperdebatkan Scrum/Waterfall/X/Y/Z project management, mana yang lebih baik dari yang lain.

DNA team/company
Harus analisa detail, team yang sekarang ada, cocoknya di mana. DNA nya apa. Contoh DNA dalam team member itu sesuai dengan visi dan misi team/company atau ga.
Contoh :
Team 1 :
team/company visinya adalah sangat agile, open minded, improve terus, teamwork luar biasa, creative, mau berkomunikasi, make sure quality, dan time management nya mantap.

Team 2 :
team/company yang menghandle legacy backend system, stabilisasi nomor 1, security nomor satu, tidak mentoleransi error apapun, performance aplikasi nomor 1, dan approval level berlapis-lapis.

Pertanyaan simple : coba terapkan Scrum Project Management ke team 2, yang dipush weekly release new patch(s)?

Team readiness & accountability
Misalnya kita contoh implementasi ini ke team 1, yang katanya ini team project zaman now, team agile.
Misalnya product owner itu orangnya sangat pasif.
Misalnya team developernya, 1 hari coding, 100 errors.
Misalnya team tester, tiap kali doing test, tidak pernah ketemu error. Tapi waktu dikasih ke team client/business/customer/others 3rd party, keluar 100 errors + 50 errors reopen.
Kita jangan bicara agile project management, tapi lebih GILE PROJECT MANAGEMENT.

--

Waktu deliver project, satu hal utama yang selalu gw coba tekankan terus menerus ke diri sendiri yaitu proses yang baik akan membawa hasil yang baik.

*Daftar pustaka : *
Jumlah kromosom terkait DNA
Jumlah-Kromosom
source : https://www.zonasiswa.com/2017/06/kromosom-pengertian-jenis-struktur.html

Minta tolong make sure DNA nya sama dulu, kalau berbeda ada 2 opsi yang kita punya :

  1. Berharap evolusi, yang paling cepet 1 juta tahun
  2. Dilakukan pengelompokkan jenis-jenis yang sesuai kromosom, sesuai genusnya. Agar lebih lancar.
Darwin Susanto

Darwin Susanto

Diving to Digital Marketing, and believe Marketing must be fully supported by Creativity and Technology.