Introspeksi & Improve

Hari ini, salah satu hari yang menarik. Pagi sampai sore, ada beberapa meeting yang seru-seru juga. Gw ada emosi, gw ada stress, gw ada seneng, dan gw ada super seneng. Lengkap hari ini.

Pas sampai kantor, sudah sore. Agenda utama gw waktu sampai kantor sore adalah ngobrol dengan teman-teman yang baru bergabung di Ifabula. Setelah ngobrol dengan mereka, ada beberapa team gw langsung datang ke gw, dan langsung ngomong "Ko, gw mau ngobrol".

Kata-kata "mau ngobrol" ini kata-kata yang menjadi trademark di Ifabula, dalam arti yang bagus.
Teman-teman yang ngajak gw ngobrol, belakangan ini, mereka waktu duduk dan ngobrol, mereka itu udah tau cara "ngobrol" dengan gw.
Mereka akan cerita background detail, challenge-nya apa, dan mereka akan share ke gw beberapa opsi yang akan mereka ambil.
Tugas gw? Jadi pendengar yang baik.

Belum 100% sempurna, tapi sedang menuju ke hal yang lebih baik.

Beberapa teman-teman di Ifabula, sadar betul kalau gw itu males remind sesuatu, karena waktu gw remind sesuatu, biasanya gw dah emosi. Hahahahaha. Karena yang biasa gw remind itu harusnya udah sesuatu yang sudah jadi pakem internal. Kalau gw sampai nanya, biasanya karena gw merasa ada yang salah atau keluar dari jalur.

Salah satu yang membuat gw seneng hari ini, ada satu kasus yang ga membuat gw melewati phase emosi, udah dalam posisi pasrah dan akan ambil another options. Salah satu team (3 orang), datang ke gw, dimulai dengan statement "Ko, mau ngobrol", menawarkan solusi. Dan mereka mau eksekusi bantuin gw. Wah, ini udah naik ke level yang berbeda dari mereka. Cuma, ntr coba kita lihat eksekusi nya smooth atau tidak, tapi niatnya udah baik.


Gw sering ngomong gini ke beberapa teman-teman di Ifabula. Sekarang gw tulis di sini, dan semoga teman-teman Ifabula yang lain bisa baca juga (sekalian naikkin traffic blog ini, dari 4 orang ke 5 orang yang buka blog ini).

Orang itu (manusia), sebagian besar ga sadar mereka itu berbuat/bertindak/berkata salah. Tapi bagi orang (yang sebagian kecil) yang sadar dan introspeksi tanpa diingatkan oleh orang lain, itulah orang-orang yang akan menjadi SUPERSTAR di kemudian hari.

Gw dah ngomong juga ke teman-teman Ifabula, KPI Darwin Susanto tahun 2019, mengurangi marah-marah sampai 50%.
Gw mau lihat aja, siapa aja calon superstar di Ifabula, yang akan memberikan impact positive. Ada beberapa teman-teman sudah kelihatan sinarnya sebetulnya, cuma apakah akan konsisten dan makin improve kedepannya.

Ada teman-teman yang awalnya luar biasa, lama-lama malah drop.
Ada teman-teman yang awalnya biasa-biasa aja, lama-lama makin upgrade.
Bahkan, ada yang awalnya luar biasa, lama-lama makin luar biasa dan berkali-kali melewati espektasi gw.

Ifabula, menyediakan wadah yang fair untuk semua teman-teman.

Terkadang malah asumsi pribadi atau pikiran negatif atau hal-hal yang gw ga tau apa, membuat semakin tidak baik.
Atau kebalikannya.
Dengan wadah yang sama, tapi dengan energi positif dan introspeksi yang baik, ada pula teman-teman yang malah semakin luar biasa.

Ada teman-teman yang doing extramile.
Ada teman-teman yang malah men-downgrade kemampuan dirinya.

Ada yang suka bergosip.
Ada yang suka membuat karya yang sip.


Tapi yang paling serem, ada yang merasa dirinya sudah luar biasa, sudah doing extramile, dan sudah mantap - tapi realitanya tidak seperti itu. Itu keangkuhan.


Kalau ditanya, Darwin sendiri posisinya gmana sekarang ?
Gw akan jawab

Gw itu masih belajar, setiap hari.


Ifabula sendiri melakukan introspeksi dan improvement,
berusaha tetap adil untuk semua pihak
berusaha gedein kolam agar wilayah jelajah makin lebar
berusaha memperbaiki SOP internal agar kerja makin baik
berusaha melihat dan introspeksi apakah ada kebijakan yang salah
berusaha improve dari sisi kemampuan perusahaan
berusaha improve dari cara komunikasi ke teman-teman internal ataupun eksternal

Tapi yang namanya improve, bertahap dan terus menerus serta harus konsisten. Yang perlu digaris bawahi, introspeksi nya juga harus baik.
Serta Ifabula sadar belum sempurna, dan masih banyak area yang kurang.

Tapi Ifabula berusaha untuk menjadi salah satu SUPERSTAR di kemudian hari.

Darwin Susanto

Darwin Susanto

Diving to Digital Marketing, and believe Marketing must be fully supported by Creativity and Technology.