Management versi saya

Nah,ini yang seru dalam hidup yaitu management. Yang menarik disini, banyak yang menilai apabila sudah masuk level management, kita itu sudah menjadi bos. Posisi saya disini, menyatakan stigma itu salah.

Management itu ya benar dari bahasa inggris, kata dasarnya adalah manage, yang apabila diartikan adalah mengatur. Apabila ditarik lebih jauh, mengatur adalah melakukan koordinasi semua task untuk mencapai tujuan.

Nah, disini masalahnya. Apabila seseorang sudah punya “kekuasaan” untuk mengatur, pasti arahnya dia akan menjadikan dirinya bos dan menganggap orang lain adalah “anak buah”. Dia merasa posisi dirinya dalam struktural lebih tinggi dari yang lain, sehingga membuat kasta baru dalam keseharian dia. Dan ini yang kadang menjadi masalah.

Saya melihat management itu adalah seni. Management itu adalah seni menggerakkan orang. Tidak ada kasta dalam hal ini. Posisi setiap orang adalah partner kerja yang mempunya satu tujuan yang sama. Karena management adalah seni, jadi semua yang terlibat di sana harus gembira. Kegembiraan akan menjadikan semua titik menjadi lebih baik, dan lancar dalam sebuah tujuan.

Pembagian kerja juga harus sama. Tidak ada kata kalo posisi atau jabatan kita lebih tinggi, kita berhak untuk mendapat pekerjaan yang lebih sedikit dari yang lain. Yang saya namakan pembagian kerja itu lebih dalam yaitu pembagian porsi beban kerja, bukan exactly kerjaan detail. Balik lagi karena ini seni, semua pihak harus puas atas pembagian kerja ini dan menganggap itu fair, dan sukarela melaksanakan perkerjaan tersebut.

Management bukanlah memerintah orang lain, ataupun memarahi orang lain. Seni ini harus dijalankan untuk menggerakkan orang lain.

Paling mudah, apakah kita sudah berhasil me-manage diri kita? Apakah semua target-target kita sudah tercapai? Apa yang belum kita perbaiki dari kesalahan orang lain?

Paling akhir dari suatu management adalah Reward and Punishment. Berilah reward kepada anggota team yang paling baik, dari segi performa, waktu, serta hasil. Berilah punishment yang mendidik untuk anggota team yang kurang tune in dengan task yang harus dia kerjakan. Punishment yang baik adalah yang bisa membuat anggota team menjadi lebih baik kedepannya. Karena kesalahan itu sangat penting dalam hidup, dan orang yang sempurna itu adalah orang yang bisa mempelajari kesalahan yang pernah dia perbuat serta tidak takut salah dalam tindakan.

Darwin Susanto

Darwin Susanto

Diving to Digital Marketing, and believe Marketing must be fully supported by Creativity and Technology.