Ngobrol

Gw dan Jess, kalau dengan angka, mungkin berbeda 150 derajat (ga mau terlalu frontal bilang 180 derajat bedanya).
Kalau dibuatkan checklist kecocokan, menjadi teman aja ga akan banyak yang cocok, banyak yang bertentangan. Apalagi menjadi suami istri, dari 100 checklists, mungkin cuma 10 aja yang sama.

Dan bingung, kenapa bisa nikah dulu.

--

Tapi
Kalau terkait ngobrol or diskusi, kami tidak pernah kehabisan topik.

Politik
Cebong
Kampret
Ekonomi
Bisnis
Setan
Iblis
Kenapa ada agama?
Kalau teori evolusi benar, kenapa manusia nya beda jenis semua ?
Alien ?
Musik
Film
Film bokep
Gosipin orang
Mikir cara didik anak
Mikir cara kabur dari anak
etc
etc
etc
etc

Ngobrol dari hal serius, sampe hal mesum.

--

Gw believe, kalau nikah, itu yang dicari itu bukan persamaan. Tapi sama-sama keinginan untuk bareng terus dan nyaman untuk bareng terus. Ya pernah berantem juga sih, sering malah. Tapi karena nyaman bareng terus, ya abis berantem ngobrol lagi - bareng lagi.

Ayo gw coba tanya.
Bagi yang masih pacaran, bisa ga duduk berdua setengah hari saling ngobrol dengan pacarnya?
Bagi yang udah nikah, bisa ga duduk berdua setengah hari saling ngobrol dengan mantan pacarnya?

Kalau jawabannya "belum", coba deh gali lagi chemistry dengan pasangannya.

Darwin Susanto

Darwin Susanto

Diving to Digital Marketing, and believe Marketing must be fully supported by Creativity and Technology.