Property Developer : new business model

Jadi, 1 bulan ini, kadangkala gw suka muter-muter di cluster rumah, ke cluster-cluster lain yang masih dalam satu perumahan utama. Terus kadang lanjut ke perumahan lain, yang developer property nya berbeda dengan perumahan gw.

Beberapa hal yang gw bisa dapat persamaannya, misalnya :

  1. Apabila masih mempunyai tanah kosong yang masih banyak, akan membangun cluster baru. Ada yang ukuran rumahnya semakin kecil, sedikit kombinasi dengan ukuran rumah yang sedang.
  2. Apabila tanah semakin kecil, akan focus membangun Apartment dan ruko
  3. Perumahan yang besar, akan mempunyai mall, food court area, kadang Rumah Sakit

Terus gw ngobrol dengan Jess, kadang agak aneh nya seperti ini. Apabila sudah habis tanahnya, akan mencari tanah di tempat yang jauh. Starting bangun dari awal lagi. Ada beberapa property developer yang sudah lama bangungnya, dan sudah ga ada tanah lagi, sebagian besar hancur perumahan tersebut. Jalanan rusak, lampu jalanan minim, banyak pedagang kaki 5 kiri dan kanan, kadangkala banjir, sangat macet karena kurangnya lampu lalu lintas, dan lain hal. Intinya, perumahan lama kemungkinan besar TIDAK TERAWAT lagi.

Ada yang salah menurut gw.

Pemikiran gw seperti ini, mungkin ga oke karena data yang gw punya ga lengkap. Ini hanya imajinasi gw saja, karena gw ini DEVELOPER APLIKASI bukan developer property.

Misalnya gw berangan-angan, gw ini developer property, ini yang akan gw lakukan (asumsi gw ini salah satu dari top 10 developer property di Indonesia) :

  1. Gw akan bikin terpisah antara 2 business model, dan mungkin akan impact menjadi 2 PT atau lebih. 1 PT untuk open new market (misalnya buka cluster baru di tanah existing ataupun di tempat lain), dan satu lagi untuk management + maintenance. Ini gw yakin hampir semua developer property gede lakukan hal ini.
  2. Yang gw mau focus adalah PT yang management + maintenance, gw akan bangun PT itu menjadi revenue center. Revenue stream nya, gw akan tambah dari yang sekarang hanya focus di business sewa menyewa, maintenance, air, kebersihan, dan security, menjadi sesuatu tambahan yang baru, misalnya Edit value Services meliputi Food (sembako+fish), Delivery, Laundry, dan Education.

Edit Value Services
Penjelasan simple-nya adalah membuat "Marketplace" versi perumahan, tapi lingkup nya dikecilin untuk hanya beberapa area saja, misalnya jualan makanan, kue-kue, minuman, peralatan sekolah, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Jadi tenant-tenang yang bisa jualan adalah tenant-tenant yang memang bertempat tinggal di perumahan itu atau menyewa tempat di perumahan itu. Jadi tujuannya agar jarak antar ga terlalu jauh, dan community + proses jual menjual berjalan. Jadi ekonomi di perumahan itu bisa berputar dan memberikan value untuk community itu sendiri.
Tujuannya adalah mengembangkan community internal dl.
Penyediaan digital platform (web + mobile apps), dengan UI UX yang baik, serta kemudahan pembayaran itu syarat utama.
Mungkin phase 1 ini kita pantau dari sisi traffic (mungkin bisa berjalan 2-3 tahun pertama), data kita olah, serta based line customer kita perkuat. Intinya gmana untuk mempermudah masyarakat yang tinggal di perumahan itu, baik untuk penjual dan untuk pembeli. Karena jarak pendek, ongkir bisa lebih murah atau mungkin gratis.

New business model
Untuk PT ini, intinya adalah services, memberikan services lebih untuk masyarakat. PT baru ini hidup di sana, dapat margin dari sana.
Based on data yang kita punya dari digital platform, kita bisa pelajari behavior dari masyarakat dalam perumahan itu. Dari sana (dengan tidak melupakan tenant-tenant kita), kita akan jadi distributor untuk beberapa kebutuhan. Misalnya sembako, ikan, daging, dan lain hal. Jadi dengan data yang kita punya, kita bisa membeli lebih banyak dan mendapatkan harga yang lebih murah. Jadi tenant-tenant kita, ambil barang dari kita, dengan margin yang lebih baik untuk mereka.

Upgrade nya, bisa memberikan edit value seperti :
a. laundry
b. Sekolah
c. Kurir, karena jaraknya pendek-pendek harusnya make sense dari sisi pricing dan business
d. atau apapun tipe services yang make sense

Intinya adalah PT ini services company dalam area Digital. Bermain dan besar di sana. Pengennya gw, orang-orang akan nyaman tinggal di perumahan itu, harga rumah second bisa stabil dan meningkat, sewa menyewa makin ramai dan waiting list, serta tidak ada masyarakat yang ngomong lagi "ih biaya IPKL dan maintenance di perumahan ini MAHAL BANGET". Karena semua bisa puas dan nyaman tinggal di sana. Ada alokasi dana juga untuk perawatan jalan, lampu, kebersihan, kerapian dll. Karena PT ini bukan lagi cost center, tapi revenue center yang terus berkembang.

Gw bermimpi boleh ya. Hehe.

Darwin Susanto

Darwin Susanto

Diving to Digital Marketing, and believe Marketing must be fully supported by Creativity and Technology.