Sukses itu naik Bus

0f9147b75436ddab675fa1731a871f71

Gw dapat meme ini dari IG siapa gitu, dan gw malah percaya sebaliknya. Sukses itu bukan dalam Lambo or Ferarri yang untuk 2 orang, apakah ga bisa kita memilih sukses itu bareng-bareng dengan 50 orang dalam 1 bus ?

Kenapa sukses itu mesti ekslusif, padahal ada kemungkinan kita bisa sukses bareng-bareng ?

Gw selalu berpikir, kalau bersama, kita itu bisa meraih sukses lebih cepat dan lebih lama.
Lebih cepat maksudnya karena kita kerja bareng, punya visi dan tujuan yang sama, punya action plan yang coba diatur untuk seirama. Kalau bisa begitu, bukannya akan lebih cepat meraih sukses ?
Lebih lama maksudnya gini. Apabila cuma berdua, apakah kita punya cukup tenaga untuk handle berbagai challenge kedepan? Apakah kita punya banyak nafas untuk mengejar berbagai peluang kedepannya? Apakah kita punya punya banyak energi untuk mengontrol dan manage masalah operation? Segi teknologi, sales marketing, risk, HR, etc, siapa yang akan bantu? Mungkin kita bisa kaya dan punya Lambo, tapi bertahan berapa lama itu kalau kita tidak bisa manage, tidak bisa mengambil peluang baru, tidak bisa manage operation yang baik, tidak punya team HR dan Risk yang mumpuni, pasti segera berakhir. Mungkin bisa bilang, oh tinggal hire orang aja. Coba aja. Hiring bukan selalu jadi masalah. Tapi membuat dia stay dan punya satu visi bersama, itu baru masalah.

Makanya, saya percaya kalau sukses itu adalah naik Bus, rame-rame.

Bikin ruang lingkup bisnisnya lebih luar, lebih terstructure, lebih rapi dari sisi operation dll, serta bukan one man show melainkan teamwork.
Ini bisa membuat lebih nyaman untuk berkarya.
Serta bisa lebih long-term sukses nya.

Setuju ?

Darwin Susanto

Darwin Susanto

Diving to Digital Marketing, and believe Marketing must be fully supported by Creativity and Technology.