The Wedding - Preparation

Akhirnya ada waktu lagi untuk meng-update blog ini. Sebelumnya memang sangat sibuk dalam mempersiapkan pernikahan saya dengan @michelejess. Dengan kondisi kelaparan menunggu Romantic Dinner yang dipersiapkan hotel, dan dengan Ipad rampokan dari cici, saya sedikit curhat ya.

Pernikahan ini memang sudah kami rencanakan lama, sekitar 1,5 tahun yang lalu. Kuputusan besar dengan pertimbangan yang sangat matang. Keputusan besar pertama yang kami ambil adalah membeli mobil Peugeot 406, dengan pertimbangan untuk mempermudah apabila mau berpergian jauh. Keputusan tersebut kami ambil pada Oktober 2010. Keputusan kedua adalah membeli rumah. Dengan pertimbangan yang sangat lama, akhirnya kami membeli rumah kecil di Cileungsi di Perumahan Citra Indah, rumah yang sangat indah.

Target berikutnya yang harus kami dapatkan adalah menikah. Setelah April 2011 kami sudah mempunyai rumah, kami langsung memulai untuk target berikutnya. September 2011 kami sudah memulai untuk mencari segala keperluan untuk wedding tersebut.

Hal pertama yang kami putuskan adalah untuk Bridal. Kami memutuskan untuk menggunakan JJ Bride yang bertempat di Kelapa Gading. Kami mengambil paket dari JJ Bride yaitu dari Gaun Pengantin, Photo Prewedding, Makeup dll. Sepanjang berjalannya waktu, rupanya Bridal terkenal pun punya banyak kekurangan. Dari photo prewedding ysng tidak sesuai konsep kami, padahal pada saat konsultasi dan sebelum photo, kami sudah membawa konsep sekaligus properti yang akan kami gunakan. Hasil photo sangat tidak memuaskan, bagi kami. Dari sisi makeup, @michelejess sangat tidak suka dengan salah satu makeup artis JJ Bride. Setelah nego alot dengan marketing JJ Bride, Liana, akhirnya kami mendapatkan salah satu makeup artis terbaik di JJ Bride. Terima kasih banyak untuk Liana atas bantuannya. Kami mengambil foto-foto prewed yang kami pandang cukup memuaskan untuk dicetak pada kanvas dan album.

Untuk photo dan liputan pada saat hari H kami bekerja sama dengan Yongky Artroom. So far kami menilai ko Ayong sangat professional dalam menghandle kami, namun belum ada hasil riil, kami belum mau puji-puji ko ayong dulu. Hehehehe. Pas hari H dan casual photo prewed, kami dibantu oleh Leo, www.roovleeboyz.com, karena best friend jadi dipalakin agar gratis. Hahahaha.

Gereja, karena Jessica Katholik, kami di Gereja Regina Caeli di Pantai Indah Kapuk. Bukannya kami sombong mau di gereja diperumahan konglomerat, tapi Gereja Regina Caeli adalah gereja yang masih bisa pemberkatan untuk kami pada tanggal 10-11-12 tersebut. Hahahaha. Kami sudah berputar-putar ke banyak gereja, mulai dari MBK, Gereja di Mangga Besar, Gereja di PuloMas, dan gereja di Sunter, semua sudah tidak available. Gereja Regina Caeli adalah penyelamat kami. Nah, kami diberkati dengan gereja yang sangat indah, dengan sentuhan rohani yang kuat. Itu adalah bonus tambahan untuk kami.

Kami pada dasarnya tidak mengadakan resepsi. Kami mengundang keluarga dan teman untuk makan-makan. Kami memilih Hotel Arion Swiss-BelHotel Kemang untuk hal tersebut. Pemilihan hotel ini pun bukan hal yang kami rencanakan sebelumnya. Dikarenakan semua tempat yang dekat dan terjangkau sudah tidak available. Pada saat ke pameran wedding pada bulan November di JCC Senayan, kami bertemu dengan marketing Hotel Arion Swiss-BelHotel Kemang yaitu Amel, setelah melihat paket yang ditawarkan, kami tertarik. Next step adalah melihat lokasi. Seperti diketahui, Kemang adalah pusat hiburan, yang pastinya sangat macet pada weekend. Namun perjalanan kami tidak sia-sia. Setelah melihat tempat, kami menjadi jatuh hati karena sesuai dengan konsep kami yaitu semi outdoor. Ruangan ballroom Hotel Arion Swiss-BelHotel Kemang ada extention ke outdoor yaitu kolam kecil dengan sedikit taman dinding. Setelah DP, kami lanjut mengumpulkan duit untuk melunasi sisanya. 2 bulan kemudian, datang SMS dari Amel yang menginformasikan bahwa dia sudah resign dari Hotel Arion Swiss-BelHotel Kemang dan memberikan nomor HP penggantinya, Bapak Andi. Pada saat mau menambah pembayaran, kami sengaja mengatur janji ketemuan dengan Bapak Andi. Orangnya ramah, terorganisir, dan susah dinego. Hahahaha. Sebelumnya kami sudah melakukan nego habis-habisan dengan Amel, ada sedikit upgrade dari kami dan convert-convert paket. Seperti dugaan kami, Bapak Andi sedikit kaget dengan informasi yang kami punya. Untungnya, nego-nego sebelumnya dengan Amel terdokumentasi dengan baik, jadi Bapak Andi tidak bisa menghapus nego-nego sebelumnya. Saya coba jelaskan sedikit konsep makan-makan kami. Kami setting untuk pesta duduk, namanya juga makan-makan, masa berdiri. Hehehehe. Dengan pembagian meja yang tertata rapi, kami menentukan hal-hal lain yang harus dilengkapi. Untuk makan-makan keluarga inti akan di-serve oleh hotel, dan yang lain ambil sendiri di prasmanan. Done, ga pake ribet.

Sebuah makan-makan akan lebih cantik dengan dekorasi yang indah. Pilihan kami cukup dengan rekanan hotel. Pilihan ada 2 yaitu dengan Casablanca dan Lely Decoration. Pertemuan pertama kami dengan Casablanca yang diwakili oleh Sammuel Ong. Setelah pembicaraan singkat, kesan yang kami dapat adalah kami tidak akan bisa bekerja sama dengan Beliau untuk wedding ini. Pertimbangan kami adalah masalah harga dan konsep yang dia bawa terlalu over, sehingga tidak akan cocok dengan konsep sederhana yang kami bawa. Next meeting dengan Lely Decoration. Yang datang Ibu Lely-nya sendiri, Ibu dengan penuh senyum, itulah kesan pertama yang kami dapatkan. Setelah berbicara panjang lebar, kami mendapatkan kecocokan. Selain Ibunya sangat ramah, saya orang yang subjektif, Beliau itu “cincai”, semua hal bisa dipinjamkan, tidak perhitungan. Biarpun ada additional cost, namun kami nyaman untuk hal tersebut. Untuk hasilnya, kami menilai sangat WOW. Saya akan cerita pada post berikutnya.

Biarpun saya orang yang cerewet, tidaklah mungkin saya memandu acara pada saat makan-makan. Kami mencari MC, yang seperti sebelumnya, cukup dari rekanan hotel. Pilihan jatuh pada Roy redwick, kami memutuskan untuk bekerja sama dengan beliau cukup setelah melihat Youtube-nya. Hahhahaa. Orangnya menarik dan charming, saking charming-nya saya sampai lupa dia memperdaya saya pada hari-hari mendekati hari H. Saya juga akan cerita detail mengenai ini pada post selanjutnya.

Untuk mobil pengantin kami berencana awal menggunakan mobil kami sendiri. Kami berpikir, ngapain pakai mobil Mercy, Jaguar, BMW, Alphard, tapi itu mobil pinjaman. Kok mau memulai hidup baru, malah memalsukan proses. Namun setelah debat panjang dengan keluarga, adalah tabu menggunakan mobil pribadi untuk jadi mobil pengantin. Oke, kami memilih mobil Honda Freed di Celine Wedding Car.

Kami sebelumnya menggunakan WO, namun karena WO tersebut sangat tidak professional dan membuat @michelejess emosi beberapa kali, dan juga keterbatasan budget, kami memutuskan tidak menggunakan WO untuk wedding kami.

Kami melengkapi hal-hal lain seperti saya membuat aplikasi seating untuk menentukan tamu duduk di meja nomor berapa dan sekaligus mencatat kehadiran tamu. @michelejess membuat pritilan seperti perlengkapan photo, rundown acara dari pagi sampai acara makan-makan, dan lain hal. Semua kami kerjakan sendiri untuk persiapan wedding ini. Kami juga menyewa 1 rumah di Gading setelah mendapat informasi dari teman @michelejess yaitu Lea.

Persiapan terakhir yang menurut kami paling penting adalah meeting panitia. Karena kami tidak menggunakan WO, jadi kami mengumpulkan semua teman-teman kami untuk membantu kami pada saat wedding. Dengan pembagian task list yang baik, dan rundown yang baik pulu, serta teman-teman mau membantu kami dengan sepenuh hati, acara kami pas hari H dari pagi sampai sore bisa berjalan sangat baik. Terima kasih banyak kepada Kodok, Victor, Rio, Yayan, Fufu, Beber, Novita, Kumala, Chung2, Ctin & Audi, dan Ste, serta Ko Daniel. Sahabat sejati adalah penyelamat pada saat seseorang kesusahan dan membutuhkan bantuan.

Persiapan wedding ini adalah sebuah part dalam hidup kami. Dengan niat yang baik, kami bisa melewati semua ini, serta Sahabat yang siap sedia membantu biarpun memang sangat direpotkan.
Terima kasih semua. Love u full 🙂

Darwin Susanto

Darwin Susanto

Diving to Digital Marketing, and believe Marketing must be fully supported by Creativity and Technology.