The Wedding

Oke, ayo kita akhiri Trilogi #TheWedding ini. Hahahhhaa.  Setelah dimulai dengan https://www.carinoz.com/2012/11/14/the-wedding-preparation/ dan dilanjutkan https://www.carinoz.com/2012/11/24/the-wedding-preparation-part-2/, ini saya coba menutup dengan post The Wedding ini untuk menceritakan lagi segala hal pada hari H wedding gw dengan @MicheleJess.

Sebelumnya saya sampai Guest House pukul 2 AM pada tanggal 10 November 2012. Saya bukannya tidur, namun teringat ada hal yang perlu saya perbaiki pada Wedding Application yang sudah saya buat, yaitu update database list undangan. Yang mana hal ini tidak saya lakukan, akan menyebabkan kekacauan. Setelah perbaikan ini, saya baru ke kasur pada pukul 2:30 AM. Saya langsung tertidur.

Pukul 04:25 AM, @MicheleJess langsung membangunkan saya. Aduh, sudah sangat terlambat, yang seharusnya saya mengantar @MicheleJess dan 2 mami ke Bridal pukul 03:45 AM karena pukul 4 AM harus sudah mulai makeup. Saya buru-baru mandi, dan kemudian ke JJ Bride. Berat sekali mata saya waktu itu, nyetir dengan pelan-pelan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dilkuar dugaan, rupanya di JJ Bride sudah sangat ramai. Selain dengan pengantin lain, para photographer dan video juga sudah standby semua. Kamera dan video camera ada dimana-mana. Termasuk Ko Ayong juga sudah siap dalam mendokumentasikan kami, bersama Leo sahabat saya, juga sudah siap untuk mengabadikan semua moment ini. Dan kebetulan sekali Leo juga adalah teman dari Ko Ayong, sehingga tidak menjadi masalah bagi mereka untuk berkerja sama. Saya mulai makeup pada pukul 5:45 AM. Saya berusaha untuk memesan sarapan untuk kami dan keluarga di Guest House. Saya minta tolong karyawan JJ Bride untuk memesan Bakpao, namun rupanya belum buka. Agak sempat kehabisan akal, rupanya @MicheleJess sudah membeli roti dimalam sebelumnya. Untuk sementara, kami sarapan dengan roti tersebut. Hal kedua yang harus saya selesaikan adalah sarapan untuk keluarga di Guest House. Saya langsung kepikiran dengan sahabat saya yang lain yang akan datang pagi ini ke Guest House juga yaitu Yayan. Saya langsung call Yayan untuk membungkuskan nasi untuk keluarga. 2 hal awal berhasil kami lewati untuk pagi ini.

Saya kepikiran dengan Bestman saya Fufu, saya yakin dia akan kesulitan datang pagi ini. Dimalam sebelumnya saya sudah mengirimkan BBM kepada dia untuk reminder bahwa dia harus pagi-pagi datang ke Guest House. Namun tidak ada balasan dari BBM tersebut. Saya tau mereka sedang having fun karena ada sahabat saya yang lain datang dari jauh. Fufu punya kesusahan bangun pagi, saya tau sekali akan hal tersebut. Apalagi ditambah dengan mereka keluar malam pada malam sebelumnya. Saya pagi-pagi mencoba call dia, namun tidak diangkat. Pada telepon saya yang kelima baru diangkat, itupun dengan kondisi setengah sadar. Saya minta dia bergegas ke Guest House. Dia langsung baru-buru mandi dan lain hal, kemudian menuju ke Guest House. Dalam perjalanan ke Guest House, dia sempat menelepon saya dan minta maaf serta menjelaskan hal yang terjadi semalam. Saya sudah emosi, namun saya berusaha mengontrol hal tersebut mengingat masih banyak hal yang harus saya pikirkan pada hari ini.

Kami jalan balik ke Guest House kira-kira pukul 7 AM, dan dalam perjalanan saya menekankan pada @MicheleJess untuk tenang dan tidak emosi hari ini, daripada semua kacau. Yang boleh marah dan stress hari ini adalah saya.

Sampai di Guest House, kami dengan Ko Ayong dan Leo melakukan sesi foto-foto. Semua prosesi foto dengan Papa dan Mama saya, dengan @MicheleJess dengan Mami dan Vina, dan photo berdua plus foto dengan BestMen Beber Fufu Lala Novita tidak ada masa;lah berarti. Semua teman mengingatkan waktu yang harus kami habiskan, tidak boleh molor dari hal tersebut. Dilanjutkan dngan Teapai dan lempar beras kuning kami lewati dengan mulus. Pukul 9:30 AM kami sudah bersiap ke gereja.Semua team siap, dari Yayan @victorkho @riosardjono @handokotjung Fufu Beber Leo Novita Lala dan semua keluarga bersiap meuju ke gereja Regina Caeli di PIK.

Jalanan di Gading tidak semulus perkiraan kami, agak tersendat sedikit. Kami tiba di gereja pukul 10:30 AM. PIK sangat panas pada hari tersebut. Satu persatu rombongan kami tiba di PIK kecuali mobil @victorkho @riosardjono @handokotjung. Rupanya mereka pulang dulu sebentar untuk ganti baju. Dan pada saat perjalanan ke PIK kena macet luar biasa. Saya agak was-was karena semua souvenir ada dimobil itu. Yayan menenangkan saya, dengan rencana pembagian souvenir pada saat selesai pemberkatan. Saya terus contact dengan @victorkho @riosardjono @handokotjung untuk memantau sampai dimana mereka. Pukul 11 AM harusnya kami ke catatan sipil terlebih dahulu. Namun sama dengan @victorkho @riosardjono @handokotjung, saksi kami juga mengalami kemacetan sehingga terhambat datang ke gereja. Catatan sipil menjadi menunggu. Setelah berbasa-basi ria dengan petugas catatan sipil, kedua saksi kami tiba juga. Deviana dan suaminya datang pada saat yang kami harapkan. Catatan sipil tidak ada masalah sehinggal langsung ketok palu. Kami sah secara hukum negara!!!!

Pukul 11:45 AM @victorkho @riosardjono @handokotjung  belum juga tiba di PIK. Sehingga saya berkoordinasi dengan Yayan untuk menjalankan ide dia yaitu membagikan souvenir pada saat selesai pemberkatan. Namun otak saya tidak berhenti untuk tenang untuk memikirkan kemungkinan terburuk. Pemberkatan berjalan dengan agak kacau. Janji nikah saya terbata-bata dalam menyebutkannya. Pada saat saya melantangkan janji nikah, saya blank!!! Benar-benar blank. Saya juga bingung kenapa hal tersebut bisa terjadi. Dibantu oleh kedua saksi kami dalam memberikan contekan dan membisikkan janji nikah, saya berhasil juga melewati hal tersebut, dengan malu dan tatapan marah dari Romo Tomy. HAhahahaha. Diluar dugaan, @MicheleJess juga lupa juga dengan janji nikahnya. Oke, sempurnalah kami menjadi pasangan yang kurang baik dalam Janji nikah. Hahahahaha. Selain kesalahan pada janji nikah, kami beberapa kali salah posisi berdiri, sehingga Romo Tomy beberapa kali harus mengingatkan, pastinya dengan tatapan galaknya. Pikiran saya belum lepas dari masalah souvenir, sehingga agak linglung. Namun pada saat pemberkatan hampir selesai, saya melirik ke para hadirin dan saya melihat Yayan dan @victorkho. Langsung luluh semua kekhawatiran saya, berarti souvenir tiba pada waktunya. Rupanya pada saat pemberkatan terjadi kekacauan lain yaitu konsumsi yang kami pesan tidak mempunyai minum, untungnya Yayan tanggap dalam langsung membeli Aqua gelas. Masalah terselesaikan, selain ada masalah kecil lain yaitu dari katanya “pihak gereja” agak memaksa untuk meminta konsumsi yang kami pesan untuk tamu dalam jumlah banyak. Namun teman yang membantu kami cepat tanggap dalam menyelesaikan masaalah kecil tersebut.

Pemberkatan ini sudah selesai, dan sudah sah dalam hal agama. Lengkap sudah semua hal yang harus kami sahkan dalam pernikahan ini. Yang membuat kami lebih bahagia yaitu dari teman dan saudara yang menghadiri pemberkatan ini. Senyum dan doa mereka melengkapi kebahagiaan kami. Ada rekan-rekan dari kantor, dari teman kost, dari teman-teman lain, saudara-saudara. Terima kasih semua atas kehadiran Anda semua. 🙂

Diakhiri dengan acara melepas balon, kami bersiap ke tempat tujuan selanjutnya.

Keluarga dan teman-teman menyantap makan siang yang memang sudah kami siapkan. Kami makan siang di mobil mengingat perjalanan kami selanjutnya cukup jauh yaitu Kemang, ke Arion Swiss-BelHotel Kemang untuk acara makan malam. Sopir kami salah mengambil jalan, sehingga kami terjebak di macetnya Muara Karang. Dalam perjalanan, saya berkoordinasi dengan Ste dan Chung2 yang memang langsung ke Kemang. Mendapat informasi dari mereka bahwa Kemang macet parah. Makeup artist kami juga terhambat ke Kemang karena macet tersebut. SO, acara makeup dan retouch pasti akan terhambat semua. Setelah Ste dan Chung2 sampai di KEmang, saya minta mereka mengambil kunci kamar yang memang sudah kami sewa untuk menjadi ruang makeup, kami mengambil 3 kamar di Arion. Ste sudah mulai makeup. Dan benar rupanya kemang sangat macet. Kami sendiri sampai ke Kemang pada pukul 3:15 PM. Dan rombongan yang lain selang 15 menit ikutan tiba. Saya dan chung2 memantau dekorasi, rupanya dekor masih belum beres semua. Pada saat saya tiba, decor baru mencapak 60%, jauh dari sempurna. Saya minta tolong dengan Ibu Lely untuk ngebut untuk menyelesaikan hal tersebut.

Pada saat mempersiapkan acara makan malam memang agak ribet, karena banyak request-request keluarga misalnya mereka mau mandi, makan lagi, ganti pakaian, tata rias, dan lain hal. Perlahan-lahan saya selesaikan itu semua dengan berkoordinasi dengan panitia dan dari pihak hotel. Namun impact dari hal tersebut, acara yang harus dimulai pukul 6 PM, menjadi mundur dan baru mulai pada pukul 7 PM. Acara Teapai dengan keluarga juga terpaksa kami batalkan demi memangkas waktu.

Acara makan malam ini memang tidak untuk semua kolega dan relasi kami. Kami menginginkan acara ini intim dan private. Demi menjaga keintiman acara ini, jumlah undangan yang kami undang pada acara ini juga tidak terlalu banyak. Berikut saya coba menceritakan detail menganai acara kami.

Tamu yang datang akan menuju ke meja penerima tamu, dan memberikan Angpao dan melakukan cap jari pada canvas pohon dan ranting dengan tinta-tinta warna yang sudah kami siapkan sebelumnya. Selanjutnya, mereka akan ke Chung2 untuk menanyakan nomor meja mereka.  Kemudian mereka berjalan masuk ke ruangan Ballroom yang sebelumnya akan di-photo dengan Ipad untuk mengabadikan moment tersebut. Berikutnya 3 serangkai sabahabat kami @victorkho @riosardjono @handokotjung akan mengantarkan mereka pada meja yang sudah kami siapkan. Setelah itu, mereka akan duduk yang manis. 🙂

Prosesi makan malam dimulai pukul 7 PM. Dimulai dengan masuknya Papa dan Mama saya, Mami dan Ku Le, dan Nyun2 dan Vina. Kemudian mulailah prosesi untuk kami berdua. Seharusnya saya bermain gitar dan bernyanyi dalam prosesi ini. Namun kondisi tidak memungkinkan. Pikiran sudah tidak focus dan suara habis. Makanya pada last minutes saya berkoordinasi dengan MC untuk membatalkanhal tersebut. Dengan prosesi masuk yang sederhana, dan diakhiri pada wedding kiss, saya membawa @MicheleJess ke meja kami.

Acara dilanjutkan oleh kata sambutan dan kesan-kesan dari Beber dan Novita dan sedikit speeech dari saya. Speech saya sendiri tanpa persiapan, sehingga kata-kata menjadi hanya berputar-putar. Dan saya menyadari hal tersebut. Saya melempar balik acara ke MC kami, Roy Redwick. Roy dengan sigap melanjutkan ke doa. Setelah doa, wedding toast. Setelah semua selesai, semua tamu datang bersalaman dengan kami berdua dan mulai makan malam. Ini yang memang kami inginkan, kami tidak mau tamu makan duluan sebelum tuan rumah makan malam, yang memang sering terjadi pada wedding orang lain. Kami dan semua tamu makan bersama dalam suasana kekeluargaan, hangat, penuh tawa, dan bahagia. Kami dan keluarga besar dari saya dan @MicheleJess makanan di-serve oleh petugas hotel dengan metode Fine Dinning. Kami ingin menjamu keluarga inti kami yang terdiri dari orang tua kandung kami, pho2, paman dan bibi, dan semua yang masih saudara sedarah dengan santapan yang sempurna. Dimulai dengan salad, sop, 5 macam main course, dan dessert yang memang adalah menu terbaik di Arion Swiss-Belhotel kemang.

Kami setelah advertiser selesai, kami langsung mingle ke semua meja. Dengan canda tawa, dan Ko Ayong serta Leo dengan sigap mengabadikan semua moment tersebut. Setelah selesai semua meja, kami menuju dance floor. Memang kami merencanakan untuk dansa, bersama dengan semua teman. Dengan @victorkho dan @riosardjono (biasanya tidak tau malu) yang malu-malu dan Chung2 yang memang pemalu, ya kami dansa seadanya. Cuma @handokotjung yang berani showoff dengan ikut bernyanyi dan berjoged dengan bagian entertainment kami. Hhahahaha. Thx ya dok sudah menceriakan acara malam itu.

Acara dilanjutkan dengan kuiz dengan pertanyaan tanggal jadian kami. Akhirnya Komeng, salah satu sahabat saya yang benar dan mendapatkan bingkisan dari kami. 🙂

Acara malam itu diakhiri dengan Photo di Photo Booth yang sudah disiapkan dengan semua keluarga dan teman-teman.

Ada sedikit after party di mini bar dengan sedikit teman, dan menyebabkan @handokotjung sakit dan alergi. Maaf sekali lagi ya dok. Hhahahaha.

Semua acara #TheWedding ini akhirnya selesai dengan banyak kekurangan tentunya. Namun kebahagiaan kami lengkap dengan semua keluarga dan tamu yang menitipkan doa bagi kami untuk langgeng, bahagia, dan sehat untuk selamanya.

Darwin Susanto

Darwin Susanto

Diving to Digital Marketing, and believe Marketing must be fully supported by Creativity and Technology.